Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juni 2012

Wow..Stres Bikin Seseorang Lebih Fokus


Semua pasti ada hikmahnya. Bapak saya sering nyebutin kalimat itu. Dan ternyata stres juga ada hikmahnya.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Seseorang akan lebih berorientasi pada hasil yang positif untuk mengambil keputusan dalam keadaan tertekan (stres), demikian temuan Mara Mather dan Nichole R. Lighthall dari University of Southern California Amerika.
"Ini mengejutkan, bahwa stres membuat orang fokus agar segala sesuatu berjalan dengan benar," kata Mather seperti dikutip dari laman psychologicalscience.org.
Mather mengatakan keadaan tertekan umumnya terkait dengan perasaan negatif sehingga cenderung menghasilkan keputusan negatif pula.
Seseorang dalam kondisi stres, mengacu temuan Mather dan Lighthall itu, akan memberikan perhatian lebih terhadap informasi positif dan mengurangi informasi negatif.
"Tampaknya stres membantu orang belajar dari umpan balik positif dan menghalangi untuk belajar dari umpan balik negatif," kata Mather.
Mather mengatakan orang yang stres memiliki paksaan yang kuat untuk mendapatkan penghargaan dan tidak dapat mampu mengingkarinya.
Namun, tingkat pengambilan resiko ketika stres pada laki-laki berbeda dengan perempuan.
Seorang laki-laki, menurut Mather, mempunyai keinginan lebih untuk mengambil resiko ketika mereka sedang stres.
Sedangkan  perempuan cenderung lebih konservatif untuk mengambil resiko.
"Seberapa banyak pengalaman stres yang Anda alami agaknya berdampak pada cara Anda membuat keputusan," kata Mather.

Kamis, 03 Mei 2012

Biasakan Berdiri Tegak Jika Ingin Awet Muda

Ibu saya sering menyuruh saya untuk berdiri tegak. Jangankan berdiri, saat duduk pun saya selalu bungkuk. Sejak SD saya telah belajar efek negatif dari kebiasaan bungkuk. Tapi bagaimana lagi? Ini sudah menjadi kebiasaan saya dari dulu dan sangat sulit untuk mengubahnya. Selain mencegah beberapa penyakit, menurut Tribunnews.com, berdiri tegak juga dapat membuat awet muda. Setalah membaca artikel ini, timbul kemauan untuk menghilangkan kebiasaan buruk saya yang selalu malas berdiri tegak.
TRIBUNNEWS.COM — Posisi duduk saat bekerja selain akan menyebabkan nyeri di bagian leher dan pundak, sakit di punggung bawah dan sakit kepala, ternyata juga berpengaruh terhadap penuaan dini.
Menurut penelitian, sejak usia 25 tahun, kita sudah mengidap sarcopenia atau kehancuran massa otot. Secara rata-rata, kita kehilangan seperlima dari setiap 450 gram otot setiap tahun. Masalah utamanya adalah melemahnya otot-otot perut yang disebabkan oleh kondisi duduk membungkuk selama bertahun-tahun, yang menyebabkan tekanan yang tidak seimbang pada tulang belakang bagian bawah.
Menurut Carolyn Hewison, manajer fisioterapi untuk rumah sakit dari grup Nuffield, untuk menghindari postur tubuh yang buruk, cobalah untuk berdiri tegak beberapa kali dalam sehari. Caranya dengan berdiri menempel di dinding, termasuk pundak, pinggang, dan kepala, untuk mendorong postur yang lebih baik.
"Cobalah menjaga posisi tersebut saat Anda berjalan. Semakin sering Anda melakukannya, semakin terbiasa otot-otot perut dan punggung Anda dalam memberikan dukungan yang diperlukan (untuk menyangga tubuh)," tuturnya.
Memang tidak ada cara untuk mencegah sarcopenia ini sepenuhnya. Namun, Anda bisa mencoba mencegah kondisi tersebut dengan melakukan latihan beban secara teratur untuk mendapatkan kekuatan otot.
"Fungsi otot bisa meningkat dengan latihan daya tahan, bahkan setelah awal serangan sarcopenia," ujar Robert Wolfe, profesor bidang geriatrik (ilmu tentang orangtua) di University of Arkansas.
Menurut Robert, jauh lebih efektif untuk memulainya sebelum proses penuaan tersebut dimulai pada usia 40 tahun. Dengan kata lain, bila ingin awet muda, biasakan menjaga postur tubuh yang baik dengan berdiri tegak.

Minggu, 29 April 2012

Minuman Soda Picu Stroke

Akhir-akhir ini saya lagi suka minum soda. Sebenarnya saya tahu kalau air putih itu jauh lebih baik daripada soda. Waktu saya SMA, ada yang memberitahu saya bahwa soda dapat menghambat pertumbuhan tulang kita. Saya pikir hanya itu efek negatif dari soda. Tapi setelah baca artikel ini, saya memutuskan untuk mengurangi konsumsi soda. Hanya mengurangi? Ya, saya pikir terlalu sulit meninggalkan soda untuk selamanya.

Ghiboo.com - Penelitian terbaru menunjukkan minuman bersoda memicu risiko stroke. Mengonsumsi minuman bersoda secara rutin memberikan reaksi berantai pada tubuh yang dapat menimbulkan banyak penyakit, termasuk ancaman stroke.
Para peneliti dari Institute for Health Clinic dan Harvard University Cleveland menganalisis 43.371 pria yang mengonsumsi soda yang berpartisipasi pada studi lanjutan kesehatan profesional pada tahun 1986-2008. Sebanyak 84.045 perempuan juga diperiksa dalam program studi kesehatan perawat pada 1980-2008. Pada waktu itu, 2.938 perempuan dan 1.416 pria mengalami serangan stroke.
Pada minuman bersoda yang mendapat pemanis tambahan, kandungan gula dapat meningkatkan secara drastis kadar glukosa dalam darah dan insulin. Reaksi ini berakibat tubuh tidak dapat menoleransikan glukosa, resistensi insulin, dan peradangan. Semuanya menjadi faktor risiko stroke iskemik.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa pria dan perempuan yang mengonsumsi lebih dari satu porsi soda berpemanis gula setiap hari memiliki tekanan darah dan kolesterol dalam darah yang lebih tinggi, serta rendahnya melakukan aktivitas fisik.
Orang yang sering meminum soda cenderung mengonsumsi daging merah dan produk susu. Pria dan perempuan yang mengonsumsi soda kalori rendah memiliki kemungkinan penyakit kronis dan Body Mass Index (BMI) yang lebih tinggi. Penyelidikan ini untuk memantau asosiasi konsumsi soda pada serangan stroke.
Menurut Medicmagic (27/4), Penelitian ini mengingatkan pentingnya mencari minuman pengganti soda. Air putih tentu saja pilihan terbaik.